delay

umumnya negara kepualauan, berpindah dari titik satu ke titik lain dilakukan dengan pesawat. begitu pula perjalanan saya hari ini. tapi seperti yang sudah diketahui khalayak luas, penghubung utama pulau ke pulau ini rawan delay.

mengapa saya pilih yang rawan delay? yang sudah sangat terkenal dengan citra spesialnya itu. ya karena adanya cuma itu. ada senior kantor yang permintaannya satu: kalo harus travel, ga mau naik yang itu. besok kalo saya udah senior akan saya pertimbangkan juga, namun sekarang saya masih junior. udah ada yang ngajakin naik pesawat aja udah bagus.

kolega saya pernah berpendapat bahwa ekspektasi kita jangan terlalu tinggi. ekspektasi dengan brand tersebut adalah berangkat di hari yang sama. tidak perlu muluk-muluk. ya kalo tentang terbang dengan selamat sih bukan ekspektasi lagi tapi ya keharusan kan.

post ini ditulis sambil menikmati 50 menit waktu delay, menurut janji pertama. jika delay lagi? ya janji lagi. simple aja. dalam waktu ini saya udah jajan beberapa snack, yang menurut saya boleh aja karena saya udah jalan kaki muterin airport.

sebenarnya delay ini tidak terlalu buruk jika jadwal kita tidak terlalu mepet. tidak ada janji setelahnya. tidak ada penerbangan yang harus dikejar. atau tidak ada kuliner hype yang keburu tutup di tempat tujuan.

sepertinya, kunci dari menikmati hal yang tidak sesuai ekspektasi adalah tidak punya ekspektasi. sepertinya aja lho ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *