flexible working arrangement

katanya flexible working arrangement itu bikin kita bisa kerja dari mana saja. hari itu saya pilih bantul. berangkat pakai escudo. mobil ini punya efek samping: setiap masuk, rasanya seperti kembali ke tahun 2000-an. bukan 2000 yang 2000 pas, tapi ya mungkin 2006 saat saya SMA. saya pasangkan aux, lalu mulai nyetir dengan perasaan senang. udah 4 bulan mobil saya ga jalan. malas benerin. ternyata masalahnya cuma relay…

jalanan ke bantul pagi itu cukup bersahabat. saya sempat berhenti di warung nasi pinggir jalan untuk sarapan di Pandak. harganya 6 ribu. ini bukan typo. enam ribu. di titik ini saya mulai curiga, jangan-jangan saya benar-benar sudah kembali ke tahun 2000-an. dari sana lanjut ke pasar gumulan. beli tiwul dan nasi jagung. ini semacam usaha saya untuk menyelaraskan diri dengan kekinian whole food dan kalau sudah di bantul tapi makannya roti kok rasanya kurang oks.

karena ini hari kerja, saya tetap bekerja. laptop dibuka, tapi bukan di kafe, bukan di coworking space, melainkan di tengah sawah. di dalam gubug, bareng pak tani. dulu waktu kecil, saya ingat betul justru di area sawah seperti ini sinyal sering lebih bagus. dan ternyata masih demikian.

jadi di satu sisi, saya kerja online, meeting, kirim-kirim file. di sisi lain, ada suara angin, ada orang lewat bawa cangkul. lucu juga, bagaimana sesuatu yang dulu bagian dari masa kecil, sekarang jadi “workspace alternatif”. pulangnya saya mampir makan sate bu ami. saya menyebut ini sate indie. bukan karena hipster, tapi karena tidak terlalu terdengar. seperti band indie—tidak banyak yang tahu, tapi begitu ketemu: enak dan porsinya tidak pelit. ptongan daging di satenya banyak, harganya masuk akal. agak “too good to be true”, tapi ini nyata.

habis itu saya ada niat mulia: pulang jogja mau benerin AC mobil. karena perjalanan siang tadi cukup membuka mata—atau lebih tepatnya, membuka pori-pori. escudo saya ternyata AC-nya tropis. panasnya alami, menyatu dengan lingkungan.

sampai tempat servis, ternyata tutup.

ya sudah. sesuai tema hari ini: kembali ke tahun 2000-an, saya lanjut ke warnet. karena memang, masa itu tidak lengkap tanpa warnet. pulangnya, ketemu teman-teman SMA. masih di burjo. lingkarannya jadi menarik: ke sawah, ke warnet, burjo. seperti tidak nyambung, tapi cukup nostalgik.

baru setelah itu saya benar-benar pulang.

hari ini saya belajar, flexible working arrangement membrikan waktu menjadi jadi versi diri yang lain, yang fleksibel. versi yang lebih lama, mungkin lebih sederhana.

dan juga satu hal penting: kalau punya escudo, jangan berharap AC-nya tidak tropis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *